When Chinese Companies Goes Global: The Lessons Learned
Kalimat diatas diatas adalah judul dari salah satu interview yang dilakukan oleh McKinsey dengan Mary Ma, Vice President dan CFO Lenovo, salah satu perusahaan Cina yang berbasis di Hongkong dan pada tahun 2005 lalu dengan sukses mengakuisisi salah satu divisi personal-computer IBM.
Dalam tulisan singkat 6 halaman itu, saya sedikit belajar kembali mengenai kondisi Cina dan bagaimana perkembangan yang terjadi saat ini. Dalam tulisan itu pula saya sempat mendapatkan beberapa kata kunci yang memang menjadi salah satu jalan sukses bagi mereka yang ingin mencoba bermain di pasar global.
Mary Ma mengutarakan bahwa integrasi kultural merupakan salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi. Efek kombinasi dari dua budaya perusahaan yang berbeda dan perbedaan antara budaya Barat danTimur mau tidak mau harus dihadapi dan berpengaruh pada bagaimana orang berinteraksi satu sama lain dalam perusahaan.
Permasalahan klasik sebenarnya antara Timur dan Barat sebenarnya. Misalnya saja sistem pendidikan, keluarga dan masyarakat yang ada di Timur. Sebagai contoh sederhana adalah bagaimana para siswa belajar di Timur. Mereka yang berusia 5 – 25 tahun biasanya belajar dengan duduk di kelas dan mendengarkan apa yang diajarkan oleh sang pengajar. Mereka jarang bertanya meskipun diminta. Hal ini berbeda dengan di Barat dimana para siswa sudah terbiasa dengan cara belajar secara informal. Mereka pun bisa dengan santainya duduk di atas meja ataupun berdiskusi tentang suatu ide dengan sang pengajar.
Perbedaan diatas pada akhirnya akan ditunjukkan lagi pada roda perusahaan, misalnya pada salah satu pertemuan bisnis antara rekanan dari Amerika dan Cina. Rekan yang dari Amerika akan dengan mudahnya berdiskusi dan berbicara, sementara sang rekan dari Cina akan banyak diam dan berpikir, dan kemudian berpikir lagi. Setelah itu mereka akan mempersiapkan dan mengeluarkan pikiran mereka. Banyak perusahaan yang masih tidak menyadari hal ini secara langsung dan diperlukan usaha yang lebih untuk melakukan integrasi kultural ini.
Salah satu hal lain yang perlu diperhatikan adalah perusahaan diperlukan untuk cukup tumbuh dan dan berkembang besar di pasarnya sendiri terlebih dahulu. Ini merupakan salah satu kunci yang cukup berperan.
Salah satu kemungkinan kegagalan dalam pasar internasional adalah perusahaan kurang memiliki basis yang kuat di pasarnya sendiri. Jika basis yang kuat ini tidak dimiliki maka organisasi perusahaan akan kekurangan dalam level berpikir strategis yang diperlukan untuk menjalankan organisasi yang berskala internasional. Kemampuan untuk berpikir dan mengabsorbsi pada tataran level global inilah yang menjadi kunci sebenarnya.
Tentunya hal diatas juga tidak berlaku secara mutlak. Ada juga perusahaan-perusahaan yang memang pada awalnya sidah membidik pasar global. Hal ini mungkin salah satunya dikarenakan kurang adanya pasar di dalam negerinya sendiri.
Ainy 7:39 pm on June 16, 2008 Permalink |
Hi,
Artikel yang menarik nih dan inspiratif. Paling tidak, artikel ini membuat kita sebagai membaca, berkaca pada diri sendiri kemudian kita harus melihat kedepan…teruslah berkarya untuk saling memotivasi dan menginspirasi
Ainy